posted in MediSage Indonesia
Pasien anak usia 6 bulan (berat badan 5 kg) datang ke rumah sakit dengan kejang yang berlangsung selama +- 15 menit, bentuk kejang tonik klonik, ibu pasien mengatakan bahwa ini adalah kejang yang ke-3 hari ini, kejang sebelumya berlangsung selama kurang dari 5 menit. Saat di rumah kejang berhenti tanpa obat, pasien tidak sadar saat kejang, dan tertidur setelah kejang. Sebelum kejang pasien demam 40 C, dan mengalami diare selama 3 hari, frekuensi diare 10x dalam sehari dalam bentuk air saja dan sangat sedikit ampas. Pada pemeriksaan keadaan umum dan tanda-tanda vital, didapatkan kesadaran pasien apatis, nadi pasien 140xx/menit, laju napas pasien 35x/menit, suhu tubuh pasien 40,5 C, saturasi oksigen pasien 90%. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda dehidrasi berat, yakni mata cowong, ubun-ubun besar cekung, turgor kulit kembali lambat, dan capillary refill time di atas 3 detik. Pasien didiagnosis dengan status epileptikus dengan diare akut dehidrasi berat dan sepsis suspect asidosis metabolik. Pasien segera diberikan oksigen NRM dan persiapan pemasangan ETT jika oksigenasi belum tercapai, diberikan akses intravena, direncanakan pemeriksaan hematologi lengkap, elektrolit, dan analisis gas darah. Pasien diresusitasi dengan cairan kristaloid 20 ml/kgBB/mnt untuk mengatasi syok hipovolemik serta pemberian fenitoin 20 ml/kgBB dalam D5% 20 ml selama 20 menit. Pasien direncanakan untuk masuk PICU. Terapi kejang apakah yang selanjutnya diberikan apabila kejang belum berhenti?
Like
Comments
Save
Share
Comments