Pasien wanita usia 72 tahun, mengalami sesak nafas intensitas berat, cenderung mengantuk dan badan cenderung lemas. Batuk batuk terus menerus. Pasien mengeluhkan muntah yang dirasakan sejak tadi pagi. Keluhan disertai nyeri ulu hati ++. Pasien merasakan batuk +/- 6 bulan namun dirasakan kerap hilang timbul. Pasien mengeluhkan tidak nafsu makan beberapa minggu terakhir. RPD: Alergi obat -, Riw HT tidak terkontrol, Riw DM disangkal O: KU: TSB Kesadaran: E3M4-5Vtube TD: 100/60 mmHg on norephinefrine titrasi N: 120x/m kuat angkat RR: 18x/m S: 36.2C SpO2: 98% on ventilator Pemeriksaan Fisik: Kepala: normocephali Mata: pupil isokor 3mm/3mm,CA (-/-) , SI (-/-), RCL (+/+), RCTL (+/+) Mulut: mukosa mulut basah Thorax: simetris Pulmo: ves (+/+), rh (+/+) kasar bilateral , wheezing (+/-) Cor: BJ I-II irreguler, murmur (-) gallop (-) Abdomen: supel, BU + normal, NTE ++ Ekstremitas: Akral hangat +/+, CRT > 2 dtk, sianosis (+) Lateralisasi motorik: tidak ada Pemeriksaan penunjang terlampir GDS: 45-151 A: Pleuropneumonia Pneumonia Takiaritmia Shock sepsis dd cardiogenik Gastritis Post Hipoglikemia
Like
Comments
Save
Share
Comments