Anak berusia 5 tahun, BB 20 kg, datang ke IGD dengan demam disertai kejang dan kaku diseluruh tubuh sejak 3 hari, saat kejang pasien sadar. Pasien sering mengeluh sakit gigi dan 5 hari terakhir Mulut sulit membuka (gambar). Pasien belum pernah imunisasi. dari pemeriksaan fisik didapatkan demam dan sadar. SpO2 87%. Wajah seperti pada gambar. Terdapat ronki basah kasar pada paru kanan atas. Hb 11,7g/dL, Ht 32%, Leukosit 21.000/uL, trombosit 430.000/uL. pasien didiagnosa dengan tetanus derajat III dan pneumonia aspirasi. pasien ditatalaksana dengan rawat inap, minimal stimulasi dan rawat luka, Evaluasi ABC, Oksigen bila perlu, Diet: NPO, Infus: nutrisi enteral (NGT, perlahan) atau parenteral. Anti tetanus serum (ATS) 50.000-100.000 IU, ½ IM, ½ IV (lakukan uji kulit terlebih dahulu) atau Human tetanus immunoglobulin (HTIG) 3000-6000 IU IM. Diazepam 5 mg (0,1-0,3mg/kgBB) IV setiap 2-4 jam sampai spasme berhenti, diturunkan bertahap 5-10 mg/hari. Metronidazol 300 mg IV (loading) → 4 x 150 mg selama 7-10 hari Antibiotik sesuai indikasi. Jika pneumonia aspirasi tambahkan sefotaksim 25mg/kg/8jam. Konsultasi THT dan gigi/mulut untuk eradikasi fokus infeksi. Hisap lendir (suction) perlahan jika lendir berlebihan. Monitor keadaan umum, kesadaran, spasme, tanda aspirasi, nadi, napas, suhu, tekanan darah (minimal stimulasi). Edukasi menogbati fokus infeksi, higienitas, imunisasi kejar DPT 3 kali jarak 4 minggu (setelah sembuh).
Like
Comments
Save
Share
Comments