posted in MediSage Indonesia
Pasien wanita usia 46 tahun datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 1 jam SMRS, sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala, pusing, kemudian pingsan dan muntah menyembur, lalu tidak dapat dibangunkan. Pada saat tiba di RS, pasien tampak mengorok dan tidak respon terhadap rangsang nyeri. Pasien memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol. Kesadaran saat tiba di IGD adalah koma (GCS 3), TD 190/120 mmHg, N: 123x/menit, RR: 24x/menit, S: 37 C, Sp02: 97% RA. Secara simultan pasien diberikan akses intravena, dipasangkan DC, NGT, serta dilakukan intubasi, kemudian dilakukan pemeriksaan CT scan kepala non kontras. Berdasarkan klinis dan hasil CT scan, pasien didiagnosis dengan stroke hemorrhagic dengan hipertensi emergensi. Pasien diberikan terapi inisia berupa manitol 250 cc loading dilanjutkan dengan dosis maintenance, nicardipine dosis awal 5 mg/jam, asam traneksamat 500 mg, citicolin 500 mg, mecobalamin 500 mg, ranitidine 50 mg, dan asam folat 2x1 mg. Pasien ditransfer ke ICU dan direncanakan untuk dirujuk kepada dokter spesialis bedah saraf.
Like
Comments
Save
Share
Comments