Apabila kalian menggunakan sosial media seperti X (Twitter), maka kalian mungkin pernah menemukan sebuah posting mengenai sebuah publikasi journal dimana sang penulis (author) sangat jelas menggunakan Large Language Models atau LLM (seperti ChatGPT). Artikel-artikel yang ditulis oleh ChatGPT memang mudah dibaca dan bahkan ditulis lebih baik daripada artikel mahasiswa. Namun hingga 70% referensi yang dikutip tidak akurat: referensi tersebut digabungkan secara tidak koheren dari beberapa penelitian berbeda atau sepenuhnya fiktif. 

Beberapa waktu lalu, seorang pengguna platform X memposting kekecewaan mereka karena penggunaan artificial intelligence atau AI yang menggenerasikan kalimat pada penulisan paper yang berhasil lolos, dan terpublikasi pada journal ternama seperti Elsevier. Elsevier sendiri tidak melarang para penulis dalam penggunaan LLM untuk menulis manuskrip selama para author mendeklarasikan bahwa mereka menggunakan LLM saat submit paper mereka.

 

Bagaimana menurut kalian mengenai penggunaan AI atau LLM dalam penulisan karya ilmiah? Apakah patut untuk diloloskan ?

  • #pharmacology
  • #general medicine
  • #psych
  • #rheumatology
  • #pathology
  • #radiology
  • #anaesthesia
  • #psychiatry
  • #fmt
  • #emergency medicine
  • #academics
  • #nursing
  • #pharmacy
  • #trichology
  • #andrology
  • #orthopaedics
  • #critical care
  • #dermatology
  • #dentistry
  • #oncology
  • #business
  • #gastroenterology
  • #nephrology
  • #diagnostics
  • #urology
  • #ophthalmology
  • #gynaecology - ivf
  • #pediatrics
  • #neurology
  • #ent
  • #pulmonology
  • #family health
  • #cardiology
  • #endo-diabetology

2

Comments

Like

Comments

Save

Share

Comments

prof image
Add a comment
prof image

Dr. Tito

Tentu tidak patut dilumrahkan, bagaimana pun juga AI tdk bs menggantikan pola pikir manusia

View 1 more comment